Opini

Kelapa Muda Pak Mude

Kelapa Muda Pak Mude

Dia memjamin kelapa mudanya berkualitas –tidak asam, karena kelapa diturunkan dengan tali. Bukan dijatuhkan. Karena itu kelapanya tidak terbanting.
Selaim itu kelapa-kelapa itu diikat dengan pita warna warni. Biru, merah,… Saya sempat berpikir kelapa ini dijual untuk keperluan Imlek, seperti jeruk bali.

Tetapi, rupanya bukan. Setiap warna ini mencerminkan isi buah. Jenis yang banyak air, jenis yang isi dalam tebal, jenis yang isinya sedikit, dan lain sebagainya. Semuanya tergantung pembeli.

“Kalau saya tidak ada, saya pergi, istri tahu mana kelapa yang cocok untuk pembeli dengan melihat warna itu,” katanya.
Saya pilih dua kelapa. Saya memilih yang isinya sedikit, banyak airnya.

“Ini die,” Dia mengambil sebuah kelapa tanpa milih lagi.

Ketika dibelah, airnya dituang ke dalam teko plastik. Airnya lebih setengah teko. Isi kelapa, tipis, masih muda sekali. Hebat! Pilihan penjual itu tepat.
Satu lagi, dia mengambil buah kelapa berikutnya.

“Ini … di atas yang tadi,” tambahnya. Maksudnya, lebih tua dibandingkan buah yang pertama.

Ketika kelapa itu dibelah, tebakannya lagi-lagi tepat. Luar biasa.

Setelah dibungkus, saya pulang. Saya membawa kelapa muda dari tempat Pak Mude dengan puas dan takjub. Takjub mendapati satu perkembangan baru dalam bisnis kecil. (*)