Oleh: Suherman
“Bahasa ibu adalah bahasa damai, bahasa kasih sayang”. Itulah ungkapan Yaser, salah seorang narasumber pada seminar tentang Bahasa Ibu yang dilaksanakan Komunitas Cinta Bahasa Ibu di Rumah Melayu, Pontianak, Selasa (21/2). Pernyataan ini sesuai dengan ungkapan seorang tokoh dunia yang bernama Nelson Mandela yang sebelumnya diutarakan oleh Bang Dedi Aspari. “If you talk to a men in a language he understands, that goes to his head. If you talk to him in language, that goes to his heart”. Jika kamu berbicara kepada seseorang dengan bahasa yang dimengerti, maka akan masuk ke dalam otaknya. Jika kamu berbicara kepadanya dengan bahasanya, maka akan masuk ke dalam hati. Begitulah kira-kira.
Bahasa ibu manunjukkan dan membuktikan sangat besar pengaruhnya. Peringatan bahasa ibu internasional kemarin, memberikan sentuhan yang baru bagi diri saya pribadi.
Ini juga menambah ilmu pengetahuan akan pentingnya bahasa ibu. Terlebih lagi bagi para kaum muda mudi yang hadir pada saat itu, memberikan ruang dan kesempatan untuk mampu melestarikan dan tidak melupakan bahasa ibu kita.
Sebab saat sekarang ini banyak orang enggan menggunakan bahasa ibu dalam interaksi sahari-hari.
