Penanganan kasus yang paling banyak berturut turut, Polresta Pontianak, 96 kasus, Dit Resnarkoba 73 Kasus, Polres Sanggau 44 Kasus, Polres Ketapang 33 kasus, Polres Mempawah 32 kasus, Polres Singkawang dan Sintang masing-masing 29 Kasus, Polres Kapuas Hulu 25 kasus, Polres Sambas 24 kasus dan polres Landak, Polres Bengkayang Polres Sekadau dan Polres Melawi di bawah 20 kasus.
Tingginya angka kasus Narkoba di Kalimantan Barat ini dipengaruhi oleh letak geografis Kalimantan Barat yang memiliki wilayah perbatasan sepanjang 867 Km. Sepanjang perbatasan tersebut terdapat 52 jalan setapak yang bisa menghubungkan 30 Kampung di Malaysia. Belum lagi wilayah perairan, Kalimantan Barat juga memiliki wilayah perairan terbuka yang langsung berbatasan dengan negara segitiga emas penghasil Narkotika terbaik dunia, yaitu Myanmar, Laos dan Thailand.
“Semuanya memberikan kontribusi maraknya penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, termasuk di Kalbar,” pungkas Suhadi.
