Berita

33th Tak Memanjat Langsat

33th Tak Memanjat Langsat

teraju.id, Pontianak – Masa SMA masa jagoan. Setiap musim Langsat tiba, selalu menurunkan buah. Secara sekitaran rumah produktif Langsat dimana bisa diperoleh 1-3 keranjang ukuran 60kg. Mahir membawa keranjang buah dan ulur tarik dengan penjemput buah di bawah. Piawai berpindah dahan persis “si mongkey”.

Kalau upah di kampung Sungai Raya Dalam tempo 90an Rp 30k/pagi panjatan, maka dengan ibu sendiri tanpa pamrih. Hanya beliau selalu kasih bagi hasil. Bagi-bagi dan berhasil. Masya Allah. Indahnya kenangan. Dan kenangan terindah adalah sebagian hasil panen disedekahkan kepada sahabat-sahabat ayahanda. Sebut misal H Mawardi Ja’far yang tinggal di Jalan Sulawesi. KH Yusuf Syu’aib yang menetap di Jl Karimun. Atau Pak Djuni Hamidi di Gang Mendawai. Bahkan saya pernah antar ke rumah dinas Kakanwil Kemenag Kalbar saat itu Pak Rohadi, angkatan darat di Jl Untung Suropati. Indah. Indah. Full of memories…

*

33th Tak Memanjat Langsat.1

Hari libur natal hari ini saya dan keluarga survey tanah wakaf ahli. Tanah wakaf ahli ini adalah wakaf keluarga. (Ahli berarti keluarga).
Apa maksudnya? Maksudnya adalah lahan yang memotong Desa Parit Buluh tembus Sungai Raya Dalam II Ujung tersebut stop (wakaf) berhenti penjualannya. Sudah diwakafkan kepada keluarga sejak ibu wafat, menyusul ayahanda satu setengah dasawarsa lalu.