Berita

33th Tak Memanjat Langsat

33th Tak Memanjat Langsat

Walaupun jasadmu ada di makam keluarga Daeng Ambo Baso terdahulu di bagian depan Sungai Raya Dalam tak jauh dari Munzalan Mubarakan, maka kami bersaudara dan anak-cucu mungkin terbaring di kawasan ini. Walaupun sigap dimanapun Allah mentakdirkan kembali ke hadirat-Nya di sanalah kami sedia dimakamkan.

*

33 tahun lalu. Kini saya memanjat Langsat kembali. Sensasi masa lalu kembali. Terbayang indahnya kebun-kebun di Serdam. Kini menjadi kota.
Apa bedanya? Dulu asri. Tenang. Tak macam ragam.

Kini? Kota. Banyak hal menjadi mudah. Namun warga asli bertabur kemana-mana.

Yang berbekal pendidikan dan keterampilan maka mereka tumbuh pesat. Namun bagi yang abai dan lalai, maka mereka terlindas kejamnya kehidupan.

Dunia tak boleh dijadikan tujuan. Dia akan meninggalkan kita.
Kita harus fokus pada 1 tujuan hidup. Ibadah. Khalifah. Mencari ridho Tuhan. Maka ke sana hidup tak akan pernah sepi. Ia abadi. Seperti abadinya Langsat dan ibu dalam bingkai ingatan.

Ilahinniyah. Alfatihah. Semoga membawa Rahmah dan Maghfirah. *