Berita

33th Tak Memanjat Langsat

33th Tak Memanjat Langsat

Kami lima bersaudara juga sepakat, bahwa wakaf ahli ini digunakan untuk pondok pesantren produktif berlandaskan tahfidz Qur’an. Insya Allah akan dibangun unit ibadah dan pendidikan.

Tadi, di lapangan, melihat sketsa dan hasil pembangunan jembatan maupun jalan. Alhamdulillah berbuah pula Langsat di dalamnya.

Baca Juga:Olak-olak Kubu

Melihat si kuning bundar ranum di berbagai dahan, macam ada hasutan kepada adrenalin dalam tubuh untuk meloncat, meraih dahan kuat untuk melompat, bergantung, meringankan tubuh untuk meliuk dan kemudian bertengger gagah laksana Jacky Chan memeragakan jago kungfu masternya.

Istri dan anakku menonton. Tapi si bungsu lelaki juga tak tahan. Dia ringan badan menyusul melompat, meraih dahan, meringankan tubuh, meliuk dan bertengger ke permukaan.

Di atas dahan saya kasih Diklat aman memanjat. Yakni hati-hati jebakan Batman berupa dahan rapuh dan serangga. Terutama penyengat. Sebab saya pernah tawaf di bawah pohon Langsat gegara jatuh dari ketinggian 2 meter. Sikut sampai pindah. Syukur ada Dukun Pe’ah di Kampong Bangke yang jago meluruskan tulang apalagi keseleo…
Saya tak mau anak saya mengulang hal-hal merugikan. Alhamdulillah kami berhasil. Langsat berguguran. Maneeeez zekaliii.

*

Terimakasih nenek. Zuriyatmu masih menikmati buah manis ini. Juga wakaf produktif ini.