Dalam membuka kegiatan, Kepala Sekolah, Thomas menekankan kreativitas siswa SMAN 1 yang terus dimotivasi karena suatu saat kelak mereka harus mandiri. “Kita terus mendorong pelajar untuk studi serta kerja keras. Dan kegiatan hari ini saya sangat bangga karena mereka tangani sendiri tanpa biaya dari pihak sekolah. Begitupula kegiatan mandiri kami dorong untuk belajar kewirausahaan. Seperti kerjasama yang kami lakukan dengan pasar serba ada di Kota Ngabang,” ungkapnya.
Sementara itu Ketua Chapter Pontianak dalam acara yang sama menjelaskan tentang eksistensi dan sejarah berdirinya Binabud di Indonesia dan Kalbar. “Chapter Pontianak berdiri sejak tahun 2013 dan hingga tahun 2017 secara rutin menyeleksi pelajar SMA untuk pertukaran ke mancanegara. Asa menjalaninya 11 bulan di AS. Ia merupakan pelajar yang lolos seleksi secara ketat se-Kalbar, dan The LIT Project ini sekaligus sosialisasi untuk seleksi tahun 2018 yang bisa diikuti pelajar usia kelas 1 SMA,” ungkap Nur Iskandar.

Program seleksi biasanya dimulai pada Februari-Maret setiap tahun. Seleksi ini berlaku di 20 chapter Binabud seluruh Indonesia.
