Berita

Ajang Silahturahmi, Pintu Menuju Keterbukaan

Ajang Silahturahmi, Pintu Menuju Keterbukaan
WhatsApp Image 2019 10 30 at 02.57.59

Setelah waktu menunjukkan pukul 16.30 WIB, kami berbondong-bondong pergi ke rumah belakang, tempat diadakannya acara Halal Bihalal. Awalnya saya takut karena merasa ‘berbeda’, tetapi ketika tiba, ternyata yang hadir tidak hanya umat muslim saja tetapi warga satu komplek, mereka yang berbeda suku dan agama juga ikut berkumpul. Mellihat ini saya sadar bahwa acara ini diadakan sebagai ajang silahturahmi.

Momen ini merupakan tradisi umat Islam usai melaksanakan satu bulan penuh keberkatan, yaitu puasa. Momen yang dilakukan mereka dalam nuansa merayakan hari raya Idul Fitri. Uniknya hal ini dilakukan hanya di Indonesia karena penggagasnya sendiri merupakan warga Indonesia.

Penggagas istilah ‘Halal Bihalal’ ini adalah KH Abdul Wahab Hasbullah. Beliau merupakan seorang ulama pendiri Nahdatul Ulama yang berpandangan modern. Da’wahnya dimulai dengan mendirikan media massa atau surat kabar, yaitu harian umum “Soeara Nahdlatul Oelama” atau Soeara NO dan Berita Nahdlatul Ulama. Bersama dengan KH Hasyim Asy’ari menghimpun tokoh pesantren dan keduanya mendirikan Nahdlatul Ulama (Kebangkitan Ulama) pada tahun 1926. Kiai Wahab juga berperan membentuk Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi).