“Kita semua tidak tahu masa depan kalian akan seperti apa. Namun kalian adalah generasi baru yang kelak akan memimpin negara Indonesia jika waktunya tiba. Mahasiswa baru sekarang menjadi istimewa karena kalian adalah Anak Reformasi yang tumbuh saat negara dalam gundah gulana sementara para pemimpinnya tidak memberikan teladan yang seharusnya. Ketika semua sibuk berpolitik, kalian tumbuh yang hanya ditemani oleh gadget. Anda semua tumbuh dalam kesepian sekalipun di luar sana hiruk pikuk,” ujar Putut Prabantoro.
Konsultan komunikasi publik itu mengingatkan juga para mahasiswa harus lebih mencintai NKRI dan Pancasilanya karena justru belajar dari pengalaman buruk ketika dilahirkan.
Disebutkannya, ada 5 (lima) ancaman dan tantangan utama NKRI saat ini, yaitu ancaman dan tantangan terorisme, globalisasi (proxy war), disintegrasi, narkoba dan korupsi. Kelima ancaman itu tidak mungkin dapat ditanggulangi atau dilawan jika para pemimpin bangsa 15 tahun ke depan tidak pernah mengerti hakekat NKRI dan Pancasilanya.
Pancasila menurut dia adalah anugerah dari para pendiri negara kepada bangsa Indonesia yang hidup sekarang. Sama halnya, ketika dilahirkan ke dunia, apa yang ada dalam diri masing-masing, suku, agama, orang tua, tempat kelahiran adalah merupakan anugerah.
