Teraju.Id, Purnama Valley – Bermula dari sebuah foto yang diunggah ke media sosial atas sebuah danau buatan di pusat kota, respon publik bermunculan. Khususnya para pujangga dan sastrawan serta pegiat literasi Bumi khaTULIStiwa. Respon itu meliputi kenangan indah era 60-an, 70-an, 80-an, hingga danau tersebut relatif hilang dalam ingatan. Kemudian dia mencuat ketika terpapar indah dalam pandangan karena sudah mulai dibuka untuk umum dan terpajang cantik di media sosial.
“Saya dahulu mandi di situ. Alangkah indahnya kalau kita kumpul dan baca puisi di sana,” ungkap pegiat sastra, Adri Aliayub. Hal itu disambut Salehudin yang berdomisili di luar Kota Pontianak. “Kalau saya mudik ke kota, pasti saya ikut baca puisinya,” imbuhnya.
Nah, berangkat dari dialog sastra, khususnya puisi tersebut dibentuklah forum WA (WhatsApp) dengan nama Cerite Masa Lalu Ponti. Tema yang dibahas dalam media sosial terbatas ini perihal sastra dan literasi. “Sebaiknya kita kumpul sehari sebelum tahun baru Islam,” ujar Adri. Hal ini disetujui sejumlah pegiat sastra dan literasi Kota Pontianak. Adapun yang berhalangan hadir tetap bisa cuap-cuap lewat teks WA.
