Berita

Analisis Politik Calon Tunggal Bupati Landak untuk Pasangan Karolin-Herculanus Heriadi

Analisis Politik Calon Tunggal Bupati Landak untuk Pasangan Karolin-Herculanus Heriadi

Karoline siapa yang tidak kenal? Dia adalah putri Gubernur Cornelis yang mana Cornelis punya jangkar suara luar biasa di Landak. Seolah Landak adalah refresentasi suara terbesar PDIP yang dipimpinnya. Cornelis berurat berakar di birokrasi Landak. Ia pernah menjadi camat. Ia juga berturut-turut dua periode memimpin Kabupaten Landak yang baru mekar dari Kabupaten Pontianak (kini Kabupaten Mempawah). Di masa kepemimpinannya terasa derap maju kabupaten muda kala itu sehingga dia dipercaya terus memimpin ke wilayah yang lebih besar. Cornelis juga dianggap sebagai “Pangeran Piningit” versi masyarakat Dayak yang kala Orde Baru berkuasa sangat jarang beroleh kekuasaan puncak.

Karolin adalah refresentasi Cornelis. Ia anak sulung yang mengikuti jejak politik ayahandanya. Apalagi Karolin juga adalah seorang dokter yang cantik, serta terpilih sebagai anggota DPR RI dua periode. Angka pemilihnya fantastis. Dia beroleh suara nomor dua terbesar di seluruh Indonesia. Kenyataan ini yang membuat figur lain bergidik. Siapa yang mau melawan kekalahan yang relatif “pasti” sesuai hitungan angka -angka politik maupun etnik? Apalagi kenyataan kontestasi pilkada seluruh Indonesia membuktikan signifikansi aliran etnik dalam mengkristalisasikan dukungan suara. Fak tor berikutnya adalah agama. Agama yang dianut warga Landak juga mayoritas Katolik, agama yang dianut calon tunggal.
Akan tetapi aturan “melawan bumbung kosong” harus dijalani