Justru melalui eksistensi Sultan Hamid yang menggantikan ayahnyalah, maka ia mulai berinteraksi dengan para sultan se-Nusantara. Dan sejak saat itu aktif di majelis wilayah federasi yang populer disebut BFO.
“Sultan Hamid semasa hidupnya tidak pernah membuat masalah. Pernyataan-pernyataannya pun tidak pernah membuat masalah kepada negara,” ujar pria yang berambut panjang dipenuhi warna putih dan akrab disapa Babe Ridwan Saidi.
Timeline yang disampaikan Ridwan yang juga sekretaris pribadi Mr Moch Roem serta kerap kali berinteraksi bersama pahlawan nasional lainnya seperti Muh Natsir, Prof Dr Hamka, Sjafruddin Prawiranegara, bahkan Muhammad Hatta, menyatakan, sepanjang riwayat hidup para pahlawan itu, tidak pernah keluar pernyataan bahwa Sultan Hamid itu pengkhianat. Justru jasanya merancang lambang negara dan kehebatannya dalam diplomasi selaku Ketua BFO, menyebabkan pengakuan kedaulatan Indonesia yang saat awal kemerdekaan baru diakui secara yurisdiksi oleh Kerajaan Luwu, Surakarta, dan Jogjakarta. “Pada saat awal kemerdekaan itu yurisdiksi Indonesia jangan dibayangkan sudah seperti sekarang ini,” lanjutnya.
