“Sebenarnya kami lebih tua dari KEP. Kami sudah ada sesuai lahirnya jurusan Bahasa Inggris di IKIP Pontianak. Sedangkan KEP baru tahun 2013,” tambah Egi.
Egi memaparkan kegiatan SESco meliputi pembentukan karakter mahasiswa baru, peringatan ulang tahun, debat, kontes bakat pidato, malam keakraban, malam amal, penerimaan tamu maupun hadirin, kunjungan, bakti sosial dan berbagai aksi lapangan lainnya. “Masalah kami terkendala kaderisasi dan cepatnya kepengurusan berganti. Kadangkala juga ada diskriminasi. Harap maklum persaingan antara organisasi internal kampus,” urainya.
Dalam situasi santai seraya menikmati kopi dan teh panas ditambah juadah kampung, Edwin membuka kesempatan tanya jawab atawa dialog. Edwin juga menambahkan bahwa KEP juga akan segera meluncurkan program baru bernama English Super Camp.
Seorang peserta SESco bertanya mengenai pendanaan event ala KEP. Pertanyaan ini dijawab Kepong dengan proses administrasi, buka lapak, biaya pendaftaran, CSR perusahaan sampai bantuan Pemkot. “Kita kerja keras dan kompak. Mereka apresiasi kegiatan kita,” kata Meiry.
Dari kunjungan SESco ke KEP ini terjalin silaturahmi yang memudahkan kerjasama lebih lanjut. Bentuk kerjasama itu akan berjalan sesuai dengan sinergisitas program. Langkah maju pertama adalah keikutsertaan mahasiswa SESco sebagai volunteer.
