Tawaf kita setiap hari. Melalui instrumen wakaf kita makmurkan dunia. Persis seperti tujuan Allah menciptakan manusia sebagai pemimpin di muka bumi untuk dicapai kemakmurannya sekaligus sebagai ajang ibadah kepada-Nya.
Wakaf di Indonesia 4.2 juta ha. Mesjidnya 1 juta banyaknya. Kesemua itu media subur keekonomian umat. Apalagi ditambah ponpes dan madrasah atau bahkan kampus kampus. Hingga akhirnya kita para nazir juga mesti produktif profesional mengelola makam. Tidak lagi centang perenang. Bila perlu kita punya satelit sendiri di angkasa demi memindai data digital perwakafan ini…sebab wakaf menyatukan anak cucu Adam. Lepas sekat etnis bahkan agama…maukuf alaihi…
Bersama BWI dan Tawaf Indonesia peradaban wakaf Tanah Air akan progress dan progressif. Saling motivasi. Saling edukasi. Saling silaturahmi sehingga panjang umur, sehat dan murah rizki.
Dengan BWI dan Tawaf Indonesia serta kerjasama kesejagatan kita raih aksioma Rasulullah SAW: nyawa boleh putus tapi pahala mengalir terus. Nyawa boleh hilang tetapi pahala tetap berkembang. Amiin allahumma amiin. (Penulis adalah Pegiat Literasi Wakaf – Wakaf Literasi – Pengurus BWI Kalbar Bid Wakaf Produktif. Founder Tawaf Indonesia. CP WA 08125710225)
