Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menilai, pengungkapan kasus narkoba ini merupakan salah satu pengungkapan kasus narkoba terbesar di daerah ini.
“Sangat bersyukur narkotika-narkotika tersebut berhasil diamankan. 1.200.097 jiwa, bayangkan, Pontianak saja jumlah penduduknya tidak lebih dari satu juta, bayangkan se-kota Pontianak akan hancur gara-gara barang haram ini,” kata Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH melihat dari domisili pelaku yang bukan di Kalimantan Barat, melainkan di Batam.
“Kalau kita lihat jalur-jalur laut kita berbatasan langsung dengan daerah Kepri, ada namanya Anambas ada namanya Natuna, ada namanya Batam. Jalur lautnya, lintasan-lintasan laut ini dimanfaatkan oleh mereka,” ucap Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH.

Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH berkata,”Domisili orang-orang asing yang ada di wilayah Kalimantan Barat perlu kita curigai, apalagi mobilnya rata-rata plat nomor Jakarta. Mobilnya ini dari domisili pelaku bukan warga Kalimantan Barat. Dia dari warga dari Kepri,”.
Kepala Kepolisian Daerah Kalimantan Barat Inspektur Jenderal Polisi Drs Didi Haryono SH MH menegaskan, jajaranya tidak main-main dengan kasus narkoba. Sekecil apapun, tetap ditindak.
