Daerah

Pasca Reformasi, Empat Pilar Menjadi Benteng Keutuhan NKRI

Pasca Reformasi, Empat Pilar Menjadi Benteng Keutuhan NKRI
Anggota DPR/MPR-RI dapil Kalbar, Ir H Zulfadhli yang akrab disapa Bang Zul dalam acara sosialisasi empat pilar kebangsaan di hadapan para kepala desa di Sungai Raya 24/10/17 kemarin. Foto istimewa/r.

teraju.id, Sungai Raya – Persatuan dan kesatuan Indonesia terancam dalam berbagai bentuknya. Mulai dari fanatisme daerah yang sempit seperti penentuan calon kepala daerah hingga isu-isu mutakhir seperti pribumi dan nonpribumi.

“Empat pilar MPR merupakan pondasi bangsa. Apalagi kenyataan saat ini gejala kecenderungan akan penurunan atau berkurangnya pengamalan nilai-nilai Pancasila serta UUD 1945 kian kentara di dalam kehidupan sehari-hari. Hal itu mengganggu dan mengurangi penghargaan terhadap kebhinnekaan seperti yang muncul saat ini,” ucap anggota MPR RI, Ir H Zulfadhli, MM di hadapan kepala desa beserta ratusan aparatur desa se-Kecamatan Sungai Raya dalam acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di Aula Kantor Camat Sungai Raya, Selasa (24/10).

Acara resmi kenegaraan Sosialisasi Empat Pilar MPR dihadiri Camat Sungai Raya, H Suhari, SH, MM, M.Si beserta jajaran, tokoh masyarakat, tokoh agama serta undangan lainnya. Kegiatan dimulai dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta membacakan teks Pancasila.

Anggota MPR RI asal daerah pemilihan (Dapil) Provinsi Kalbar itu menuturkan, sejak beberapa tahun terakhir tepatnya paska reformasi terjadi pergeseran-pergeseran tentang cara pandang, cara hidup maupun cara bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.