Dengan tenang ia menjawab, “Ada tertulis, asalmu dari tanah maka akan kembali ke tanah. Saya akan memakamkannya dengan baik, Pak. Dokter tidak dapat memperpanjang umur seseorang. Beri saya jalan. Kalian semua duduklah di sana dan berdoa. Maaf, saya masuk”
“Memberi nasehat mudah, jika tidak mengalami sendiri” Guman ayah pasien.
Operasi memerlukan waktu beberapa jam. Ia ke luar dengan muka cerah, “Syukur alhamdulillah. Puji Tuhan. Anak selamat, Pak! Jika ada yang akan ditanyakan perawat ini siap memberi jawaban dan penjelasan”
“Dasar sombong!! Pergi begitu saja” Teriak ibu pasien masih dalam kemarahan yang membara.
Dengan ramah perawat menjawab sejumlah pertanyaan dari mereka. Setelah selesai memberi keterangan yang akan dilakukan selama perawatan di rumah sakit, perawat itu menutup. “Sudah jelas semua ya. Ini pesan tertulis dari dokter. Satu untuk kami. Satu untuk keluarga”
“Maaf, sebelum diakhiri pembicaraan ini, perkenankanlah saya memberitahu kalian semua” Kata parawat sambil menata kata yang akan disampaikan.
“Ketika menerima panggilan tadi, dokter baru saja tiba di rumah dari acara pemakaman anaknya” Lanjutnya dengan mata berlinang.
Pintu kamar pun ditutup. Perawat menumpahkan air matanya di balik pintu.
Jauh di luar sana sesekali masih terdengar letusan tembakan gas air mata yang memecah keheningan malam.
