Namun gedung tua dengan bahan utama kayu tersebut ibaratkan kerupuk dilahap si jago merah. Dalam tempo singkat, ludes. Maka bagian gedung yang tersisa hanyalah sebagian besar relief di dinding depan yang mengisahkan tentang sejarah perjuangan militer di Kalbar saja. Adapun Gedung Wisma Tanjung Ria juga milik Kodam serta sama tua usianya berjarak belasan meter, namun aman. Begitupula dengan Kantor Walikota Pontianak yang bersebelahan dengan Gedung Pomdam, tak tersentuh api.
Api yang membumbung dari Gedung Pomdam (bekas Korem 121 Alambana Wanawai) tak terkira tingginya. Kawasan Taman Alun Kapuas sampai bersemu merah warnanya. Dan kobakaran api terlihat sampai di pinggiran Sungai Kapuas sisi Siantan. Kendati demikian tak banyak warga “menonton” kejadian ini. Pertama karena jam kejadian di tengah malam di mana warga pada umumnya sudah lelap tertidur. Kedua, jalan diblokir. Ketiga, kawasan ini merupakan pertamanan besar Kota Pontianak sehingga warga yang menyemut tak begitu kelihatan. “Ini satu-satunya kebakaran hebat yang sepi saksi-mata,” kata Mayanto sambil duduk di trotoar di antara temannya yang terkapar tidur karena lelah.
