Bicara soal masjid di Kota Pontianak, Walikota telah menggalakkan rehabilitasi dari bangunan tua ke masjid baru yang lebih mantap dan luas. Begitupula soal kiblat. “Ini kesempatan memperbaiki arah kiblat karena ada pergeseran,” ungkap Sutarmidji seraya menambahkan bahwa dari 300-an masjid di Kota Pontianak, lebih dari sepertiga telah direhabilitasi di masa kepemimpinannya. Tidak terhitung panjang dan luas jalan, rehabilitasi pasar, puskesmas, rumah sakit, sekolah, sampai penerapan Teknologi Informasi di mana Bandung-Jawa Barat pun studi banding ke Kota Pontianak.
Proses rehabilitasi masjid itu kata Sutarmidji tidak mudah. Selain soal dana yang besar, juga soal pengurus yang berselisih paham. Tak sedikit dinamika di dalamnya. Termasuk kisah menggelikan dimana seorang ahli waris meminta proses pembongkaran distop dengan alasan, di mana amal jariyah kakeknya akan disimpan kalau masjid telah dibongkar? Memang pertanyaan yang sangat aneh…
Ketika mendengar proses pembongkaran distop tersebut, Walikota turun ke lapangan dan bertanya kepada ahli waris,”Silahkan hitung amal jariyah yang akan masuk, berapa jumlahnya. Juga hitung berapa dosa orang yang membongkar, baru akan saya sebut siapa yang akan bertanggungjawab atas pembongkaran ini,” ungkap Walikota.
