Yang jelas lanjut Firdaus, Edi ini tipikal “orang bujur arus yang baik hati.” Lambat laun Edi mengerti arti OTW. Edi sangat bangga jika Walikota menjawabnya dengan OTW. Bahkan jika ring tone ponselnya berbunyi, maka tak segan ditunjukkannya kepada para anggota Dewan, “Nih sedang OTW,” kabarnya. Maka para anggota Dewan pun tertawa dan terhibur dengan ulahnya. Begitupula dengan Walikota. “Kalau ada Edi lumayan menghibur,” ungkapnya.
Banyak kisah tentang Edi, namun itu semua adalah peregang urat syaraf dari sejumlah pembicaraan yang serius seperti percaturan politik di Pilkada Gubernur dan Pilkada Walikota tahun 2018 yang sudah di depan mata. Begitupula soal bagaimana memimpin daerah yang plural, jamak, atau majemuk di Kalbar yang tidak mudah, sementara bahaya laten seperti penyelundupan di perbatasan, HIV-AIDS dan narkoba, hingga infrastruktur yang belum mapan yang membutuhkan biaya besar perlu menjadi perhatian di luar mimpi menjadi menjadi pemimpin puncak di Kota Pontianak atau Kalbar. Pada sisi lain, daerah ini juga rawan konflik etnis. Semua menjadi konsideran dari Ika Untan sebagai salah satu organisasi terpelajar yang mana Untan telah berdiri sejak 1959.
