Berita

Inspirasi untuk Kalbar: Asisten F Silaban, Arsitek Istiqlal

Inspirasi untuk Kalbar: Asisten F Silaban, Arsitek Istiqlal
OBAMA/

Tidak bisa saya bayangkan bila kejadian masa lalu itu terjadi saat nalar keberagamaan umat berubah ekstrem, radikal dan fundamentalistik. Yang lebih heboh lagi, beruntung gereja Katedral berdiri puluhan tahun lebih awal dari Istiqlal hanya berseberangan jalan dengan Istiqlal. Coba sekarang. Pasti gerombolan vandal akan datang berposter ria dan teriak-teriak: Nasi bungkus!

Saat itu ada 3 bangunan monumental yang digarap Bung Karno: Masjid Istiqlal, Gelora Bung Karno dan Monas.
Sesekali Bung Karno datang melakukan kontrol. Ia datang pakai becak. Tanpa pengawalan. Para pekerja Masjid Istiqlal didatanginya.Salah satunya Pak Parno. Ditepuknya pundaknya. “Kamu tahu siapa?” katanya.”Yang mulia presiden,” jawab Pak Parno. “Bukan. Aku ini bapakmu. Bukan presiden. Bapakmu.”
Kini, Pak Parno berusia 88 tahun. Masih mengabdi di Masjid Istiqlal sebagai karyawan.

Karya lain dari Frederick Silaban adalah Masjid Agung Bogor sebelah timur terminal, di Jalan Padjajaran. Karya lain Silaban mau tahu? Monumen Tugu Khatulistiwa yang menjadi land-mark-nya Kota Pontianak sebagai Kota Khatulistiwa.

Saya pernah ketemu keluarga Silaban ini. Dia bercerita, jika Presiden Sukarno ingin menekan budged-nya, Frederick menukas, “Pak Presiden, jangan terlalu pelitlah sama Tuhan…” Soekarno pun terdiam.
Lanjut Frederick, “Jangan membangun rumah ibadah hanya untuk bertahan 10-20 tahun saja. Kita buat yang bisa bertahan hingga 100 tahun..!”