Kondisi massa yang berjaga di Gedung Rektorat dua malam ini tak luput dari pengamanan aparat. Hal ini untuk mengantisipasi tindakan anarkistis. Bahkan Wakapolres berada di antara massa. Ikut urun rembug. Namun mahasiswa menolak rujuk sebelum tuntutan mereka dikabulkan.
Warek III Bidang Kemahasiswaan Prof Dr Kamarullah, SH yang menerima kehadiran Wakapolres enggan memberikan komentar. Hal senada dilakukan pihak Rektorat. Begitupula Dekanat Fakultas Teknik di mana kampus FT tak bisa menjalankan proses pembelajaran sebagaimana biasanya.
Perihal demo mahasiswa FT ini gamblangnya adalah perihal larangan perpeloncoan. Dan aksi mahasiswa FT sejak dulu sampai sekarang tetap eksis. Hal inilah sesungguhnya yang menjadi inti soal.
Siapa yang bisa mengurai masalah ini? Jawabnya adalah keterbukaan antara sesama. Yakni dengan memilah mana yang baik dan mana yang buruk. Lalu dibuat kesepakatan bersama. Dan inilah win-win solutionnya. “Sama-sama dapat muka,” ungkap salah seorang alumni Untan yang tak mau disebutkan namanya. (Mahas)
