Berita

Islamiyah Wakaf Produktif Tertua Pontianak (1925) yang Melahirkan Bupati dan Anggota DPR RI

Islamiyah Wakaf Produktif Tertua Pontianak (1925) yang Melahirkan Bupati dan Anggota DPR RI

Saat berdiri pada tahun 1925 itu pula, berangsur, berduyun-duyun orang tua mendaftarkan putra-putri mereka ke Islamiyah–sebuah menara cahaya di Kalbar. Sejak dari Siantan di sisi utara Pontianak, Kampung Kapur sisi timur kota, Sungai Raya Dalam hingga Arang Limbung di sisi selatan pinggiran kotamadya, hingga Jeruju di sisi barat bumi khaTULIStiwa. Islamiyah amat sangat terkenal di Kota Pontianak sejak saat itu, kini, dan insya Allah hingga masa depan–sebab wakaf memang punya syariat begiturupa–nyawa wakif dan nazir serta sesiapapun berwakaf boleh putus, tetapi pahala kebaikannya mengalir terus. Kelak pahala kebaikan inilah garansi selamat dari titian rambut dibelah tujuh ke surga firdaus. Amiin ya Allah ya rabbun izzati.

Haji Arif si dermawan selaku wakif tentu di alam arwah bisa tersenyum melihat betapa produk nilai universal Islam masanya berwakaf bertumbuh lewat niat tata kelola kepada para nazir via galian pendidikan maupun pengajaran sistematis-sistemik “Islamic University” telah menebar cahaya terang dalam kehidupan anak-anak zaman. Benarlah hadits Nabi SAW bahwa tidak putus amal ibadah anak cucu Adam kecuali tiga. 1. Sedekah jariyah (wakaf). 2. Ilmu yang bermanfaat. 3. Anak sholeh yang mendoakan kedua orang tuanya.