Mat Siri, 50 tahun, seorang peternak Kelulut di Batu Ampar. Tidak seperti madu Kapuas Hulu, Ketapang, Sintang,dan lainnya, madu Kelulut tidak begitu dikenal masyarakat. Namun demikian khasiatnya menurut sebagian orang mengalahkan madu-madu lainnya di atas ucapannya membuka perbincangan kami. Beternak Kelulut juga tidak sesulit yang disampaikan orang. Kuncinya telaten, lingkungan tempat pemeliharaannya diusahakan sebisa mungkin jauh dari panas matahari dan asap. Sejak merintis usahanya banyak pengalaman,ilmu yang didapatkan di samping madu dan uang tentunya. Wilayah Batam (Batu Ampar) yang dikelilingi laut dan hutan mangrove yang masih terjaga memudahkannya untuk mendapatkan lebah. Kuncinya kalau sudah mendapatkan pohon mangrove yang berusia tahunan dan lebah sarang pada batang pohonnya,maka jangan diambil pada siang hari karena pada siang hari waktunya lebah untuk mencari makanan. “Waktu yang ideal untuk mengambil lebah yang akan diternak yaitu pada malam hari,” ujarnya lebih lanjut.
Ada beberapa teknik dan kiat yang bisa dilakukan agar kualitas madu Kelulut tetap terjamin kualitasnya. Pertama,jangan pernah menyimpan madu Kelulut,termasuk madu jenis lainnya dalam botol kemasan air minum. Di samping partikel-partikel plastik bisa menurunkan kualitas madunya juga dapat menurunkan kuantitasnya. Kedua,waktu yang paling ideal untuk memanen madu yaitu ketika lebah sudah berusia paling rendah 1,5 bulan. Ketiga,memanen madu Kelulut tidak perlu dilakukan terburu-buru.
