in , ,

Kualitas dan Pertumbuhan Harus Berdampak

teraju.id, Tangerang – Potensi 20 chapter yang bernaung di bawah Yayasan Bina Antarbudaya Pusat (Jakarta) digali seoptimal mungkin di dalam ajang rapat kerja nasional yang berlangsung 6-9/4/17 di Kota Tangerang. Hal itu tercermin pada tema utama rakernas yakni “quality, growth and impact”.

Pembukaan rakernas dilakukan oleh Direktur Eksekutif Binabud Pusat, Nina Nasution dan Dewan Pembina, Asmir Agus. Pembukaan ditandai dengan pemukulan gong.

Delegasi rakernas dari Chapter Pontianak, Muhammad Azdi yang juga Koordinator Public Relation dan Fundrising melaporkan kepada media online teraju.id, bahwa setiap relawan yang bergabung di dalam aktivitas Binabud harus berani menggali potensi diri. “Potensi yang digali dari diri sendiri maupun lingkungan terdekat itu mesti tumbuh dan berdampak. Untuk tercapainya kondisi tersebut setiap relawan (volunteer) maupun organisasi mesti berani membenahi diri sendiri,” ungkapnya mengutip Nina Nasution.

Di tempat yang sama, anggota Dewan Pembina Binabud Pusat, Asmir Agus mencontohkan kemerdekaan Indonesia yang sudah 72 tahun mestilah tumbuh dan berdampak pula. Untuk mengisi usia kemerdekaan yang relatif tua tersebut, generasi muda yang bernaung di bawah organisasi relawan Binabud harus terus menanjak.

“Kita harus punya kekuatan dengan dasar kualitas. Kualitas itu harus terus tumbuh dan berdampak hingga anak-cucu,” ungkapnya seraya menyatakan bahwa ajang rakernas ini merupakan wadah berhimpunnya pengurus di setiap chapter Binabud seluruh Indonesia berupa evaluasi tahunan sekaligus merancang rencana kerja setahun ke depan. Adapun aktivitas dasar di Binabud adalah pertukaran pelajar internasional berupa program exchange (sending dan hosting), pengembangan relawan (volunteer development), maupun PiAr / Fundrising.

Tema “quality, growth and impact” dalam rakernas 2017 lebih dipertajam dengan penggalian potensi finansial dan fundrising. Hal tersebut sebagai respon atas interaksi global maupun nasional yang semakin kompetitif.

Binabud yang juga merupakan perwakilan AFS Internasional sejak 1956 telah melakukan pertukaran pelajar lebih dari 3.500 orang dan menerima kedatangan pelajar internasional lebih dari 1500 orang. Di antara alumni pertukaran pelajar internasional itu antara lain sastrawan Taufik Ismail, mantan menteri Tanri Abeng hingga Prof Dr Anies Baswedan. Di kalangan jurnalis juga ada nama Nazwa Shihab. (Nuris)

Written by Nur Iskandar

Hobi menulis tumbuh amat subur ketika masuk Universitas Tanjungpura. Sejak 1992-1999 terlibat aktif di pers kampus. Di masa ini pula sempat mengenyam amanah sebagai Ketua Lembaga Pers Mahasiswa Islam (Lapmi) HMI Cabang Pontianak, Wapimred Tabloid Mahasiswa Mimbar Untan dan Presidium Wilayah Kalimantan PPMI (Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia). Karir di bidang jurnalistik dimulai di Radio Volare (1997-2001), Harian Equator (1999-2006), Harian Borneo Tribune dan hingga sekarang di teraju.id.

Alumni YES Rumuskan Rencana Aksi 2017 dengan Semangat Literasi Nusantara

Arief Rachman: Spiritualitas Tentukan Keberhasilan Pendidikan