“Jangan pikirkan kualitas tulisan. Kualitas itu proses, kita ada punya editor. Kualitas buku, kertas, cover, layout kita yang urus. Tidak usah takut tidak laku, kita ini pedagang. Soal royalti, mari kita ngopi. Ngopinya pun ditanggung”, ungkap Rizal Hamka, pada diskusi hari kedua. (*)
Baca Juga:Jadi, Mudik Atau Pulang Kampung?
