Majalah Rolling Stone Indonesia, pada tahun 2008 menobatkan Ismail Marzuki sebagai salah satu The Immortals: 25 Artis Indonesia Terbesar Sepanjang Masa. Komponis musik klasik Ananda Sukarlan bahkan menyiptakan beberapa concerto berdasarkan lagu-lagu Ismail Marzuki berjudul “Concertpo Marzukiana” untuk solo piano, biola, dan harpa.
Dengan demikian, konferensi pers ini tidak hanya menjadi ruang publikasi, tetapi juga momentum konsolidasi antara pelaku budaya dan pemerintah. Pencanangan Mei Bulan Ismail Marzuki diharapkan dapat menjadi gerakan bersama dalam merawat ingatan kolektif bangsa melalui karya seni dan budaya.
2
Dalam kesempatan wawancara, CGR juga mengungkapkan fakta tragis yang ditemukannya pada masa akhir penulisan skenario film Ismail Marzuki. Rachmi Aziah, anak semata wayang Ismail Marzuki, mengatakan bahwa pada masa Gubernur DKI Jakarta Sutiyoso, pihak PKJ TIM meminta barang-barang peninggalan Ismail Marzuki yang ada di rumah Rachmi untuk dibawa ke Cikini. Dijanjikan untuk keperluan pendirian Museum Ismail Marzuki.
