Di tengah maraknya persoalan Nasionalisme, Patriotisme, keutuhan NKRI, dan demi menghormati jejak karya Ismail Marzuki, tentunya kisah hidup sang Pahlawan Nasional sangat diperlukan. Namun apa dinyana, Perusahaan Produksi Film Negara/PPFN yang sudah menyatakan kesediaan untuk memproduksi, hingga 2026 ini belum juga bergerak dengan alasan ketiadaan dana. Enison Sinaro sutradara dan pengajar senior di Institut Kesenian Jakarta/IKJ, mengaku pada 1995 ada rencana serupa yang melibatkan Mira Lesmana (produser), Fariz RM (penata musik), Sekjar Ayu Asmara (pemnulis skenario), dan dirinya sebagai sutradara. Namun hal itu tidak terlaksana karena Sekar tidak menemukan bahan yang memadai untuk penulisan naskah.
Iwan Piliang dari PPFN mengakui, bahwa naskah yang ditulis oleh CGR sudah merupakan naskah matang dan tinggal diproduksi. Dalam skenario tersebut, CGR menampilkan kehidupan sang komponis pejuang melingkupi kelahiran, perjalanan kehidupan asmara, penyiptaan lagu dan karir bermusik, Nasionalisme sebagai seorang seniman, hingga kematiannya yang indah, dengan dihiasi lagu-lagu karyanya–seakan Ismail Marzuki tahu bahwa kisah hidupnya akan difilmkan dengan bertabur lagu-lagu tersebut. *
