Oleh: Nur Iskandar
Sebagai buntut dari pernyataan mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Prof Dr AM Hendripriyono di channel YouTube Agama Akal TV (11/6/20) yang menyatakan bahwa Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara Elang Rajawali Garuda Pancasila (diplomat ulung di ajang Konferensi Meja Bundar sehingga Indonesia diakui kedaulatannya oleh Belanda tahun 1949) tidak layak menjadi pahlawan nasional karena “cacat sejarah” bahkan merupakan pengkhianat negara, dua tulisan ini menjadi trending di teraju.id. Masing-masing jawaban telak seorang guru pedalaman Kalimantan Barat dibaca 6 ribu pemirsa, dan menjawab Anhar Gonggong tentang Sultan Hamid dibaca 2 ribu viewers.
Jawaban telak seorang guru pedalaman dibaca oleh 7 ribu orang di seluruh Indonesia (data teraju.id). Begitupula tulisan putri Prof Dr Syarif Ibrahim Alkadrie yang menyaksikan “perdebatan” ayahnya dengan guru besar sejarah Universitas Indonesia Prof Dr Anhar Gonggong di Universitas Indonesia pula diikuti dua ribu pembaca.
