Berita

Mia, Minta Tambah Lagi Lima Menit

Mia, Minta Tambah Lagi Lima Menit
Dr Leo Sutrisno

“Empat tahun yang lalu, abang Mia meninggal di jalan sana. Saat itu, ia saya panggil dari seberang. Kebetulan saya sedang lewat dari pulang kerja. Ia bermain di taman ini bersama beberapa kawan. Belum sempat saya menyeberang menjemputnya, ia sudah lebih dahulu berlari menyeberang ke arah saya. Ia menjadi korban tabrak lari”.

“Seandainya, seandainya saya tidak memanggil tetapi langsung menjemput ke sini, mungkin….” Lanjut Bob.

“Mungkin itu betul Pak . Tetapi kita semua tidak tahu kapan dan bagaiman Tuhan memanggil pulang umatnya” Sahut Hana memahami yang dirasakan Bob.

“Ya, Bu. Ternyata tidak boleh menyia-nyiakan waktu walau hanya dalam hitungan beberapa menit. Selagi masih ada kesempatan maka segera lakukan. lebih baik lima menit itu untuk membuat Mia senang bermain di sini ketimbang dipakai untuk segera mengerjakan yang lain” Lanjut Bob seperti berbicara pada dirinya sendiri.

Sepeninggal Bob bersama Mia, Hana menarik napas pelan-pelan berulang kali. “Memang waktu tidak boleh disia-siakan. Selagi dapat digunakan untuk membuat orang lain senang, kenapa mesti selalu untuk diri semdiri?” Gumannya.

Merah merona mulai menyaputi kaki langit sebelah barat. Tetapi, Hana tidak juga mengajak pulang Jef. Dengan sabar ia menunggui Jef menyelesaikan permainannya.