Persoalan GBU dimulai dengan pidato Gubernur Cornelis dalam acara adat naik dango di Kabupaten Landak yang menyatakan akan mengusir Habib Rizieq dan Tengku Zulkarnain atau FPI jika mendarat di Kalbar. Pidato ini disambut pro dan kontra sehingga terjadi pemulangan ulama dari FPI di Bandara Soepadio, Jumat, 5/5/17 malam. Selanjutnya Persatuan Orang Melayu menyatakan akan menuntut keadilan atas pengusiran ulama tersebut. POM mendapat advokasi secara resmi dari sejumlah pengacara di Kota Pontianak. Selanjutnya perihal ujaran kebencian berada di jalur hukum. Masa waktu penyelesaian akan cukup lama.
Sampai berita ini diturunkan massa GBU aman, tertib dan terkendali. Mereka berjanji aksi yang lembut, tidak membuang sampah sembarangan, dan tidak merusak alias anarkistik. Senjata tajam dan minuman keras diharamkan. (Syamsul/Nuris)

Subhanallah… Insya Allah akan tetap berlangsung aman dan damai ya Bang