Acara konser akan dibuka dengan Sekapur Sirih melalui Tari Persembahan Sanggar Kijang Berantai dilanjutkan dengan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya bersama Violist kesohor Indonesia, Hendri Lamiri. Konser ini padat keilmuan dengan menghadirkan Pidato Kebudayaan ala Diplomat, Dr Saleh Alhinduan.
Konser tambah semarak dengan deklamasi “Ini Laba Sejarah Bangsa Indonesia” karya Emha Ainun Nadjib dibawakan sastrawan Kalbar Pradono dan Edi Purwanto. Acara akan terus bergulir dengan irama Syair Melayu didendangkan juara syair se-Kalbar, Khumaidi Mohan. Dulu, lambang negara tak diketahui riwayatnya, dan ditemukan di kediaman pamanda Khumaidi Mohan, yakni Ustadz H Asfiyah Mahyus (1994). Kekhasan Melayu juga mengalir lewat Pantun yang akan disajikan secara menarik oleh Dekan Fakultas Kehutanan Universitas Tanjungpura, cucu pejuang, Prof Dr Ir Gusti Hardiansyah, M.QAM. Irama musik sekelas Idris Sardi datang dari Kesultanan Serdang, Sumatera Utara.
Violis Tengku Ryo akan membawakan Pledoi. Diciptakannya khusus buat kisah hidup Sultan Hamid Alkadrie. Selanjutnya, giliran milenialis mengisi acara dengan News and Short Film by Selenophile – Kampoeng English Poernama, Pontianak Herritage dan Komunitas Sejarah (Kuwas). Pukul 15.30-16.30 Talkshow Otonomi Daerah menghadirkan ekonom Universitas Indonesia–kolomnis ekonomi Kompas Faisal Basri dan tokoh reformasi 1998, mantan Ketua DPR RI Fahri Hamzah.
