“Semakin bahenol, semakin banyak suara terkumpul. Saya tidak mengatakan mereka buruk tapi ini soal kompetensi. Sebab tidak mungkin dengan waktu yang singkat dan belum matang lantas bisa langsung jadi pemimpin dalam partai Politik,” kata Wiranto.
Padahal menurut dia parpol-lah yang diberi “hak” utama untuk melahirkan pemimpin formal di Indonesia, baik sebagai presiden, gubernur, walikota atau jabatan lainnya.
Sebab itu dia menilai sangat tepat KPK dan LIPI membuat panduan etika para insan politik dan panduan bagaimana paprol melakukan suatu rekrutmen bagi para kadernya, dalam rangka melakukan perbaikan dan perubahan yang positif atas tata kelola Parpol di Indonesia.
Kedua naskah penting disusun melalui peroses yang cukup panjang. Mulai dari penelitian, konsultasi dengan para pemangku kepentingan dan berbagai pihak yang relevant. Program ini dilaksanakan di empat kota di Indonesia, yaitu Jakarta, Makassar, Surabaya dan Medan.
Pada acara yang sama, juga dilakukan pengucapan ikrar para alumi terbaik pertama Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB), yaitu mahasiswa dan pelajar SMA/sederajat, perwakilan sejumlah provinsi di Indonesia untuk membangun integritas bagi calon kader politik masa depan. Sayangnya tak ada di antara para calon politisi muda itu yang berasal dari Kalimantan Barat.
