Perlu dianalisa, per hotspot itu memiliki radius berapa hektar. Ada 2 kasus sebagai contoh, yakni terdapat 1 titik api dari analisa citra dan di lapangan ternyata 400 ha yang terbakar. Kasus lainnya terdapat titik api, namun di lapangan tidak ada lahan yang terbakar. Maka titik api selalu kontroversial. Groundchek menjadi hal yang paling utama untuk memperkuat analisa karhutla. Oleh karena itu jika mau pelaporan kasus, groundchek perlu dilakukan.
Diskusi melawan asap juga menyimpulkan perlunya dibuat langkah strategis berupa respon cepat (aksi kampanye), jangka panjang (pelaporan kasus dan perlu dilakukan groundcheck terlebih dahulu). Perlu aksi yang terfokus dengan menyajikan data baru yang lebih konkrit.
Pertemuan atau diskusi aktivis kali ini perlu ada calling kepada para pihak (pemerintah, swasta dan aparat penegak hukum). Bahwa melawan asap adalah kesepakatan bersama. Demikian agar karhutla yang selalu hadir setiap tahun, dan negara selalu tidak hadir dalam upaya mengatasinya tidak terulang. “Apakah mungkin bagi kita semua untuk membangun satu strategi yang mendorong langkah nyata dari ‘negara’ dengan partisipasi publik yang lebih luas?” peserta diskusi berupaya menjawab dengan karya nyata.
