Beda halnya dengan tanggapan dari Roland David (17), mahasiwa baru asal Pontianak, Kalimantan Barat. Dia mengaku merasa sangat sedih dan kecewa. Menurutnya kegiatan OSPEK ini tidak akan seseru dan seasik angkatan tahun-tahun lalu. “OSPEK daring ini tidak akan terlalu ‘Wah’ seperti tahun-tahun lalu, karena kegiatannya akan terbatas sekali. Aku juga mendengar UB (Universitas Brwaijaya) akan melaksanakan orientasi kampus melalui video-video perkenalan tiap fakultas. Serta OSPEK Online ini kurang membuat kita kenal sama MABA dari fakultas lain, bahkan fakultas sendiri. Aku juga tidak mendapat vibes OSPEK yang sesungguhnya kalau secara daring seperti ini,” ungkap Roland.
Mahasiwa baru lainnya, Mas Zaidan (18), pria asal Siduarjo, Jawa Timur ini juga menyampaikan hal yang sama. Menurutnya kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKK MABA) yang dilaksanakan secara daring kurang efektif dan sangat disayangkan. “Menurutku efektivitasnya kurang, OSPEK untuk pengenalan kehidupan di kampus hilang akan sejatinya. Karena ‘kan PKK MABA itu momen sakral bagi para mahasiswa baru untuk menempati tempat yang baru. Selain kehilangan momen, juga kehilangan sebagian kegiatan dari universitas itu sendiri,” ungkapnya dalam wawancara daring teraju.id (14/07/2020).
