[“Sudah lama saya menghindari postingan tentang pandemi COVID-19. Kalaupun ada sesuatu yang saya posting, ini biasanya terkait dengan laporan distribusi bantuan kemanusiaan yang digalang lewat Ikatan Alumni SMAN 1 (IKA SMANSA) Pontianak dan jaringan lainnya dalam membantu pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis yang berada di garis depan. Atau bantuan makanan dan logistik lainnya kepada masyarakat yang terdampak COVID-19.
Kali ini saya terpaksa harus berbagi sesuatu berkaitan dengan COVID-19 ini. Barusan ngobrol via chat dengan teman-teman tenaga medis, yang bekerja di Puskesmas. Saat ini mereka ada dalam dilema tingkat dewa.
Di satu sisi ada kewajiban menjalankan tugas profesi kesehatan melayani masyarakat dan pasien, terutama terkait COVID-19. Tapi hak mereka untuk mendapatkan asupan nutrisi dan multivitamin yang standar untuk meningkatkan daya imun mereka juga tidak maksimal disediakan pemerintah atau entah oleh pihak mana lagi yang terkait ini. Yang mereka bisa lakukan sendiri tentu saja sangat terbatas sesuai kemampuan finansial mereka.
Ketika salah satu dari rekan mereka ada yang reaktif atau bahkan positif COVID-19 dan harus dilakukan tes swab kepada mereka di unit kerja yang sama, hasilnya lama sekali baru didapat. Sementara mereka masih harus terus melayani pasien dan berinteraksi sosial baik dengan keluarga maupun khalayak lebih luas karena mereka juga adalah makhluk sosial.
Mereka merasakan ketidakadilan. Ketika public figure atau tokoh politik yang reaktif atau positif COVID-19, dan dilakukan tes terhadap mereka, hasilnya cepat sekali keluar.
Ada yang bisa bantu menjelaskan keluhan dan curhat tenaga medis ini?]
Pejabat Covid-19 Cepat Dapat Hasil
