teraju.id, Untan – Bertumbuhnya bakal calon (balon) walikota Pontianak seperti terlihat di baliho-baliho sekeliling kota, termasuk yang masih desas-desus di kalangan parpol maupun diskusi komunitas menggelitik perhatian pengamat politik dari Fakultas Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Untan, Dr Jumadi, S.Sos, M.Si.
Menurutnya balon-balon walikota semakin banyak sebenarnya memang semakin baik, sehingga banyak pilihan. Namun terlepas dari itu semua, balon-balon walikota punya hak untuk unjuk diri menjadi kandidat Pontianak-1 periode 2018-2023 sebagai ajang sosialisasi.
Kota Pontianak tumbuh dengan pesat dengan penataan yang semakin apik di bawah kepemimpinan H Sutarmidji, SH, M.Hum. Banyak infrastruktur sosial dan ekonomi terbangun. Banyak pula prestasi telah dicapai. Masyarakat melihat dengan mata kepala sendiri serta turut merasakan manfaat pembangunan.
“Bagi saya, saran kepada siapa saja yang mau maju sebagai balon walikota, adalah menjawab satu pertanyaan. Jika pertanyaan ini mampu dijawab, ya silahkan lanjut,” ungkap Jumadi saat ditemui di Fisipol Untan.
Pertanyaan apakah itu? Sederhana saja, kata Jumadi. “Yakni apakah yang bersangkutan bisa lebih baik dari kepemimpinan Sutarmidji?” tegas Jumadi seraya senyum. Tentang arti senyumnya, Jumadi kemudian menambahkan, “Kalau tidak bisa lebih baik karena kepemimpinan adalah proses dan mesti diberikan kesempatan, ya minimal samalah. Kalau tidak, tentu saja buang waktu, energi dan biaya yang tidak murah.”
