Dalam konteks hubungan antara orang Dayak dan Melayu terdapat kebiasaan yang baik dan terus dipelihara sampai sekarang, terutama di pedalaman. Di kampung-kampung Dayak tertentu, terdapat kebiasaan khusus melayani tamu yang beragama Islam. Dalam rangka menghormati tamu yang beragama Islam mereka menyiapkan alat makan dan alat masak khusus yang tidak mereka gunakan. Selain itu kadang-kadang tamu yang datang juga diberikan bahan makanan yang belum dimasak. Dengan begitu, tamu Muslim dapat mengolah makanan sendiri tanpa merasa was-was sebagaimana jika memakan makanan yang sudah dimasak. Oleh karena itu, orang-orang Muslim yang datang ke perkampungan Dayak merasa berada di tempat sendiri.
Ingatan terbentuk di masa kini seperti juga di masa lalu dan merupakan sesuatu yang tidak tetap. Ingatan merupakan sesuatu yang hidup dalam dinamika baik pada level individu maupun kolektif. Ingatan itu dipelihara atau dihilangkan sangat tergantung kepada keperluan mereka. Untuk menjaga harmoni sosial di Kalimantan Barat elok kiranya kita mengingat masa lalu yang ternyata telah terbukti merekatkan berbagai elemennya. Terlalu mahal biaya demi kepentingan sesaat mengorbankan masa depan. Mari kita melawan lupa.
(Penulis adalah Wakil Rektor 1 IAIN Pontianak)
