in

Perselisihan AS VS China Kian Memanas

WhatsApp Image 2020 07 27 at 06.58.35 1
Ilustrasi Perseteruan China Dan Amerika Serikat Sumber : Pinterest.com / AS vs China

teraju.id, Chapter Pontianak – Hubungan Amerika Serikat (AS) dengan China kian memanas. AS meminta China menutup konsulatnya di Houston pada pekan ini. Lantaran Menteri Luar Negeri, Mike Pompeo, menuduh konsulat China di Houston sebagai mata-mata “pencurian kekayaan intelektual” dan menyerukan sekutu-sekutu AS untuk terus menekan China. Sebelumnya, hubungan yang rumit ini sudah kembali dimulai sejak Presiden Trump memerintah Amerika Serikat saat tahun 2016 lalu. Presiden Trump dengan tegas mengatakan akan menindak negara-negara yang dirasa merugikan ataupun mengancam AS.

Presiden Trump menganggap China sangat merugikan Amerika Serikat. Hingga tahun 2020 ini hubungan AS dengan China kian merenggang dan semakin memanas. Sebelumnya pada 22 Agustus 2018, Pengadilan New York mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Meng Wanzhou, Kepala Eksekutif Perusahaan Peralatan Telekomunikasi Huawei Technologies, untuk diadili di Amerika Serikat. Serta pada 24 September 2018, tarif 10% atas impor China senilai US$200 miliar diberlakukan. Pemerintah AS mengatakan tarif itu akan meningkat menjadi 25% pada 1 Januari 2019. China mengenakan pajak US$60 miliar untuk produk AS sebagai balasan.

Baca Juga:  SMKN 3 Turut Berduka

Tidak hanya itu, perselisihan semakin pelik dikala Departemen Perdagangan AS memasukkan 28 perusahaan China dalam Daftar Entitas. Ke-28 perusahaan tersebut diduga terlibat dalam pelanggaran hak asasi manusia terhadap Muslim Uighur di Xinjiang pada 7 Oktober 2019. Daftar tersebut membatasi penjualan barang dan teknologi AS kepada mereka. Sebagai tanggapan, China mengatakan Amerika Serikat harus berhenti mencampuri urusannya.

Di seluruh AS, terdapat lima Konsulat China dan satu Kedutaan Besar di Washington DC. Belum jelas mengapa Konsulat China di Houston yang diminta untuk tutup. Departemen Luar Negeri AS menuduh China melakukan kegiatan mata-mata secara ilegal dan operasi pengaruh yang mencampuri politik domestik serta memaksa para pemimpin bisnis, mengancam keluarga-keluarga Amerika keturunan China yang bermukim di China, dan lainnya. (Ndr)

Written by teraju.id

WhatsApp Image 2020 07 27 at 06.58.35

Berwisata Ke Bali Saat New Normal, Simak Syarat Dan Tipsnya

WhatsApp Image 2020 07 27 at 06.58.36

Operasi Patuh Kapuas POLDA Kalbar Digelar, Delapan Pelanggaran Menjadi Sasaran Prioritas