
Para tokoh di atas punya pandangan yang sama bahwa keamanan Kalbar mesti dijaga secara bersama sama. Juga secara profesional diserahkan kepada Polda.
Sikap para tokoh tersebut di atas turut andil menyejukkan Kalbar yang terkenal sebagai provinsi rawan konflik. Di daerah ini tercatat dalam sejarah bahwa setiap 30 tahun ada pertikaian besar berdarah.
Sebelum pertemuan para tokoh dayak dan melayu di Kartika, MABM telah lebih dahulu menegaskan bahwa Rumah Melayu tidak memberikan izin sebagai tempat aksi 205 sebagaimana tersebar di sosial media.
Hal senada ditegaskan Kapolda, bahwa keamanan tetap dikontrol dengan tegas oleh aparat kepolisian. Adapun soal penolakan ulama dan pernyataan Gubernur Cornelis yang dinilai menyulut konflik disarankan untuk menempuh jalur hukum.
Di hari raya waisak, Kamis, 11 /5/17 jalanan kota Pontianak, Tayan, Sanggau, Sekadau hingga Sintang aman dan lancar. Aktivitas masyarakat Kalbar di dunia nyata sangat normal. Seperti tidak ada apapun yang mengganjal. Seperti di Kota Sintang yang sedang merayakan hari jadinya yang ke 655. Meriah. Massif. Aman. Padahal di kota ini juga pernah ada penolakan ulama, Tengku Zulkarnain. Juga ada pertemuan tokoh masyarakat dan pemda serta keamanan.
