Bakal calon wali kota yang ditugaskan DPC PDI-P Solo, Achmad Purnomo mengaku dipanggil oleh Presiden Joko Widodo ( Jokowi) ke Istana Negara Jakarta, Kamis (16/7/2020). Di Istana tersebut, Purnomo mengatakan kalau dirinya diberitahu oleh Presiden Jokowi jika pasangan calon yang direkomendasi DPP maju di Pilwakot Solo 2020 itu bukan dirinya. Melainkan Gibran Rakabuming Raka dan Teguh Prakoso. Gibran sendiri adalah putra sulung Presiden Jokowi. “Tadi saya di Istana Negara diberitahu oleh Pak Jokowi kalau yang dapat rekomendasi Gibran sama Teguh (Gi-Guh). Bukannya Pu-Guh, tapi Gi-Guh,” kata Purnomo saat dihubungi wartawan, Kamis.
Pada kenyataannya politik memang manis-manis pahit. Politik dinasti juga begitu. Tetapi penentu akhir adalah rakyat pemegang hak suara. Jika mereka bersetuju dengan kualitas yang dihadirkan perahu partai politik, maka mereka akan terpilih melaju ke puncak kekuasaan. Namun jika pilihan itu salah, maka tak akan terpilih.
Politik dinasti bisa benar, bisa tidak benar. Tergantung kualitas diri politisi. Jika berprestasi dan merakyat, maka politik dinasti itu adalah kroni dan nepotisme positif. Tetapi jika tidak berkualitas, maka inilah nepotisme yang diperangi sejak awal reformasi tahun 1998 sebagai bentuk penyakit korupsi, kolusi dan nepotisme yang kita akrab sapa dengan penyakit KKN. (kan)
