Di tempat terpisah, sembilan tahun silam (2008) Prof Syarif juga mengaku gundah gelisah (dikutip seutuhnya dari blog Nur Iskandar, red).
Dia (Prof Syarif, red) menemukan sesuatu yang mencengangkan saat riset atas beasiswa dari Leiden, Belanda. Pakar di bidang sosiologi ini menemukan referensi di Eropa bahwa ada ledakan-ledakan konflik yang anarkis di Kalbar dengan radius 30 tahunan. Maka Syarif Ibrahim pun menelitinya dengan seksama. Dalam hipotesa Syarif Ibrahim Alkadrie yang kini tak hanya sekedar berteori-teori, tetapi turun langsung ke pedalaman-pedalaman Kalbar untuk memberikan sumbangan pemikiran demi manfaat atas sesama anak Bangsa agar terwujud kedamaian sejati di bumi pertiwi, disampaikanlah pendapat bahwa pada tahun 2020 Kalbar akan sampai pada titik kritis yang membahayakan. Titik kritis itu ibarat sumbu yang terus tersulut api sejak konflik tyerakhir tahun 2000 kemarin. Pada titik 2020 tersebut akan pecah lagi konflik etnis yang anarkis.
