“Oleh karenanya kehadiran Buku yang berjudul “Panggilan Kemanusiaan Jalan Tengah Memaknai Corona” menjadi sangat relevan bukan hanya untuk menjawab berbagai isu negatif dan hoax yang berkembang mengiringi pandemi covid-19, juga menjadi sebuah bentuk kesadaran, akan tanggung jawab kemanusian dalam mengokohkan nalar sehat yang harus terjaga dalam menghadapi arus kekacauan dalam berpikir maupun bersikap sebagai dampak terpaan informasi dan narasi negatif yang keliru dan menyesatkan,” ujarnya.
Disebutkannya, contoh narasi positif yang dihadirkan buku ini misalnya dalam salah satu tulisan yang berjudul “Takut corona membawa kecintaan kepada Allah”, adalah menarik menurut saya, karena merupakan pelurusan dari cara berpikir yang keliru dibangun oleh sebuah narasi keliru yaitu “Takut Allah atau Takut Corona”. Karena memang sangatlah tidak pas untuk menghadap-hadapkan atau membandingkan ketakutan kepada Allah sebagai Tuhan yang menciptakan seluruh makhluk dengan corona sendiri sebagai makhluk ciptaan Allah. Mengambarkan/menarasikan ketakutan kepada corona yang akan menggeser ketakutan kepada Allah adalah kekliruan dalam cara berpikir.
