Berita

Rumoh Aceh: Pelajaran untuk Rumah Adat Kalbar

Rumoh Aceh: Pelajaran untuk Rumah Adat Kalbar
Foto: bagian bawah rumah Aceh

Keluarga ini memiliki hubungan emosional dengan kampus. Seperti disampaikan Rahmad, Sakinah adalah adik ipar Prof. Yusni Sabi, Ph. D. yang pernah menjadi Rektor IAIN Ar-Raniry sebelum rektor yang sekarang ini.
“Rumoh ini baru 1 bulan ditancap di sini. Dipindahkan,” katanya.
Rumoh ini berbeda dibandingkan rumah adat yang pernah saya kunjungi. Rumah ini asli. Rumah yang lain hanya duplikasi.

Tiang kayu bulat, tangga papan besar dan tebal, dinding papan terketam halus, jendala kecil, kamar, dapur, dan semuanya…khas. Atap daun masih terpakai. Sejumlah perkakas asli disertakan.
Saya tertarik pada sebuah palu kayu di sudut dapur. Palu itu gunanya untuk merapikan bagian sambungan, sudut bangunan, rumah.

“Rumoh ini ‘kan tidak dipaku. Jadi kalau longgar, dipukul,” kata Rahmad sambil mengangkat palu kayu itu dan memberikan contoh menggunakannya.
Palu ini seketika mengingatkan gempa. Rumah ini tahan gempa. Rumah ini tahan cuaca.
Itulah satu bagian tersirat memperlihatkan kehidupan masa lalu masyarakat Aceh, dan sekaligus kekayaan budaya dan strategi bertahan hidup menghadapi tantangan alam.
Selain palu, pada tangga, pada dinding, atap, jendela, dan lain sebagainya menyiratkan banyak pesan masa lalu yang sudah pasti selalu penting disimak.

Rumoh Aceh ini bisa menjadi pusat informasi itu. Terpulang bagaimana menggalinya lebih jauh, dan memahaminya dalam konteks kebudayaan.