Berita

Seribu Guru Sejarah se-Indonesia akan Webinar tentang Sultan Hamid II

Seribu Guru Sejarah se-Indonesia akan Webinar tentang Sultan Hamid II

AGSI mulai tertarik dengan sejarah Lambang Negara sebenarnya bukan karena trending topik pemberitaan nasional, tetapi sudah sejak tahun 2007. Yakni ketika Presiden AGSI masih tercatat sebagai mahasiswa berprestasi nasional mengikuti Program Kementerian bertajuk Arung Bahari. Bersama mahasiswa berprestasi seluruh Indonesia lainnya di bilangan Sungai Kapuas— sungai terpanjang di seluruh Indonesia–peserta Arung Bahari mampir ke Kesultanan Qadriyah. Di sana peserta Arung Bahari mulai mengenal sosok Sultan Hamid II Sang Perancang Lambang Negara.

Kini di Indonesia sedang ribut soal Sultan Hamid pengkhianat atau pahlawan. Sejak Prof Hendropriyono diwawancarai Agama Akal TV Channel YouTube, 11/6/20. Kemudian penjelasan Prof Anhar bahwa Sultan Hamid cacat sejarah akibat menjadi pengawal khusus Ratu Wilhelmina tahun 1946. “Saat kita dikejar kejar Belanda. Beliau dimana?” Begitu Prof Anhar merujuk fakta sejarah ketika webinar dengan AGSI beberapa hari lalu.

AGSI, kata Sumardiansyah tidak akan terlibat dengan kemelut pengkhianat atau pahlawan, tapi akan menilai sendiri para tokoh sejarah Indonesia. Sehingga para guru paham dalam mendidik sejarah Indonesia kepada para murid, bagaimana teks dan konteks para tokoh sejarah maupun berbagai peristiwa pada saat itu.