Bawari menjadi lembaga wakaf produktif menyusul wakaf Sirajul Islam. Alumninya banyak menjadi ulama. Dua di antaranya adalah Haji Ahmad Jongkong yang berdakwah di Uncak Kapuas dan melahirkan ilmuan Dr Hermansyah, Dr Ibrahim dan Dr Yusriadi, MA yang kini menggerakkan keilmuan IAIN Pontianak. Juga KH Muhammad Ali Usman. Beliau Rektor Universitas Islam Bandung (Unisba) dua periode. 1962-1972. Banyak ilmuan lahir dari Unisba dengan tagline mujahid (pejuang), mujtahid (penelitian) dan mujaddid (pembaruan). Kaitannya dengan Sirajul Islam si wakaf produktif sejak era kolonial sampai milenial.
Wakaf Produktif Sirajul Islam terus menghadapi peluang dan tantangan. Bersama Nazir At-Tamimi terkumpul dana 1.8 miliar. Dirombaklah mesjid secara besar-besaran pada 1990-an akhir. Megah berdiri sampai kini dan makmur. Setiap Jumat penuh. Celengannya per minggu di atas 5 juta rerata.
Sirajul Islam juga punya gedung multifungsi. Digunakan sebagai Posyandu dan klinik serta Taman Pendidikan Al-Quran. Juga berupa rupa pertemuan. Silaturahmi dan resepsi bisa di aula serbaguna. Kini TPA di era Pandemi Covid-19 menggunakan sistem visual terbatas dan virtual. TPA Sirajul Islam pun sedang bergerak menuju akademi ilmu Quran. Sesuatu yang belum ada Diploma 3 di Kalbar.
