Tapi kali ini memang agak lain dari yang pernah kita lakukan. Ini untuk menguasai beberapa bahasa. Selain itu juga harus menggunakan pakaian tradisional. Dalam kaitan ini ada psikologinya. Ini diharapkan untuk memperkenalkan para peserta khususnya di lingkungan Universitas Tanjungpura dan di luar Universitas Tanjungpura berkiprah kedepannya yang membuktikan kepada masyarakat bahwa para peserta mampu menunjukkan kemampuannya dalam menguasai berbagai bahasa”, ungkapnya.
Dalam final Duta Bahasa Internasional itu menyisihkan para kontestan dan posisi pertama diraih oleh Silvani, “Tentunya rasanya senang dan luar biasa. Karena disini tema-teman dapat mengembangkan kemampuan mereka berkomunikasi dalam bahasa asing.
Sebelumnya dapat info ini dari sekolah dan di ikutin. Untuk kendalanya dalam tampil belum ada, cuman untuk persiapannya waktunya singkat”, ujar pelajar SMK Kristen Immanuel Pontianak yang mendapatkan hadiah Rp 3.000.000,- tersebut.(Difa)
