Wilayah Kalimantan Barat merupakan daerah yang berbatasan langsung dengan negara lain. Berdasarkan laporan yang disampaikan Indonesia Development Forum, bahwa kendala yang dihadapi dalam pembangunan daerah perbatasan, kepulauan terluar dan daerah tertinggal, antara lain: rendahnya akses ke pelayanan dasar; rendahnya kapasitas sumber daya manusia; terbatasnya akses ke lembaga keuangan, pasar, dan aktivitas ekonomi; rendahnya aksesibilitas dan konektivitas wilayah ke pusat-pusat pertumbuhan; kurangnya pemahaman tentang manejemen aset dan sumber daya alam secara berkelanjutan; serta kurangnya perhatian pada karakteristik sosial dan budaya lokal.
Institusi Negara patut ekstra keras dan intensif dalam pelibatan kelompok-kelompok masyarakat, golongan-golongan, dan lainnya untuk membahas persoalan tersebut. Hal ini kemudian menjadi catatan penting bagi Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat. Bahwa dari seluruh wilayah Kalimantan Barat yang bersentuhan langsung dengan daerah perbatasan hanya beberapa wilayah saja yang mampu mengembangkan potensi dan pengembangan ekonomi wilayahnya, sebagian besar wilayah hanya sebatas batas gerbang perbatasan yang secara khusus belum mampu menjadi solusi serta ditambah lagi dengan bermacam masalah dan kompleksitas yang berbeda-beda di setiap wilayah perbatasan.
Maka dari itu penting untuk diselenggarakan Seminar Kebangsaan dengan Tema “Merajut Erat Pancasila di Tapal Batas Kalimantan Barat (Ejawantah Konsepsi Muhammadiyah tentang Darul Ahdi Wa Syahadah)”, dengan diiringi Pelantikan Pimpinan Wilayah Pemuda Muhammadiyah Kalimantan Barat 2018-2022.
