Dalam berbagai acara di rumah, Mbah sering masak ala Jawa. Urap, pecel, mendot, wajek. Sementara dalam kesempatan acara keluarga suami, masakan orang Ulu. Temet, ensabi, pucuk ubi tumbuk.
Dan itu sudah menjadi hal yang biasa sekarang. Lidah masing-masing tidak aneh lagi dengan makanan itu. Familiar sudah. (*)
Baca Juga:Pontianak “Kotaku” Berantas Kekumuhan
