Rumah penduduk di Parit Leban Hulu jarang jarang. Tetapi struktur bangunannya kuat. Tampak bahwa daerah “Backbone” Kota Pontianak ini sejahtera. Petani mampu membeli material yang berkualitas. Selain itu, jika ada perkawinan, biasanya juga mengundang band papan atas. Suara salon yang bersusun sirih tersebut bisa menembus desa-desa tetangga. Semarak. Meriah. Dan satu yang penting: Bahwa mereka cukup kaya untuk membuat pentas seni dan budaya yang turun temurun. Anda tentu beruntung jika dapat menikmati sensasi tersebut.
Beberapa rumah bahkan tampak mewah tak kalah dengan bangunan di jantung Kota KhaTULIStiwa. Tidak kalah dengan perumahan lux tipe 80 atau 120. Apalagi pekarangannya pun luas tak sepadan dengan rumah tipe 80 atau 120 perkotaan yang hanya cukup bagi parkir dua kendaran roda empat di dalamnya. Di beberapa rumah pengumpul pinang, kopi dan kelapa bahkan ada mobil bermerek seperti CRV, Jazz, hingga Innova. Hal ini indikator kerja tani yang “berdasi”.
Hasil pertanian di Parit Leban Hulu sama dengan desa berikutnya menuju Kota Punggur, yakni Desa Parit Leban Hilir. Kontur pertaniannya sama. Rumah penduduknya sama.
